Zone Picking adalah salah satu strategi picking yang cukup efektif. Sebagai kepala gudang, Anda pasti memahami bahwa proses picking adalah jantung dari operasional gudang. Kesalahan kecil dalam picking dapat berujung pada keterlambatan pengiriman, komplain pelanggan, hingga biaya operasional yang membengkak. Salah satu metode yang terbukti efektif untuk mengatasi tantangan tersebut adalah zone picking. Bagaimana metode ini bisa membantu meningkatkan kinerja gudang Anda?
Zone picking adalah metode pengambilan barang (picking) di mana area gudang dibagi ke dalam beberapa zona tertentu. Setiap picker bertanggung jawab hanya pada satu zona dan hanya mengambil barang yang berada di zona tersebut.
Barang pesanan akan berpindah dari satu zona ke zona lainnya hingga seluruh item dalam order terpenuhi. Dengan cara ini, pergerakan picker menjadi lebih fokus dan efisien.
Bagaimana Cara Kerja Zone Picking di Gudang?
Alur kerja zone picking umumnya sebagai berikut:
- Gudang dibagi menjadi beberapa zona berdasarkan layout atau kategori produk
- Setiap picker ditugaskan khusus pada satu zona
- Order masuk dipisahkan berdasarkan item per zona
- Picker di masing-masing zona mengambil barang sesuai daftar
- Barang dikumpulkan di area konsolidasi untuk proses packing dan pengiriman
Metode ini sangat efektif untuk gudang dengan volume order tinggi dan variasi produk yang banyak.
Keuntungan Zone Picking bagi Kepala Gudang
1. Meningkatkan Kecepatan Picking
Karena picker hanya bekerja di satu zona, waktu tempuh menjadi lebih singkat dan fokus kerja meningkat.
Contoh:
Gudang e-commerce dengan ribuan SKU dapat memproses order lebih cepat karena picker tidak perlu berjalan jauh antar rak.
2. Mengurangi Kesalahan Pengambilan Barang
Picker yang terbiasa dengan zona tertentu akan lebih memahami lokasi barang dan karakteristik produk, sehingga kesalahan picking dapat ditekan.
3. Produktivitas Tim Lebih Tinggi
Zone picking memungkinkan pembagian kerja yang seimbang. Tidak ada picker yang kelelahan karena area kerja terlalu luas.
4. Mudah Dikombinasikan dengan Sistem WMS
Zone picking sangat optimal jika didukung Warehouse Management System (WMS). Sistem akan secara otomatis membagi order per zona dan memantau kinerja setiap picker.
5. Lebih Mudah Mengelola dan Mengontrol Tim
Sebagai kepala gudang, Anda dapat dengan mudah memantau performa tiap zona dan mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan.
Tantangan dalam Penerapan Zone Picking
Meskipun efektif, zone picking juga memiliki tantangan, seperti:
- Potensi bottleneck jika salah satu zona overload
- Membutuhkan area konsolidasi yang tertata
- Perlu koordinasi antar zona yang baik
Namun, tantangan ini dapat diatasi dengan perencanaan layout yang tepat dan dukungan sistem digital.
Tips Menerapkan Zone Picking secara Efektif
1. Susun Zona Berdasarkan Fast Moving dan Slow Moving
Pisahkan produk dengan pergerakan tinggi dan rendah agar beban kerja lebih seimbang.
2. Sesuaikan Jumlah Picker per Zona
Zona dengan volume tinggi perlu lebih banyak tenaga kerja.
3. Gunakan WMS untuk Otomatisasi
WMS membantu pembagian order, tracking progress, dan evaluasi performa zona.
4. Lakukan Evaluasi Berkala
Pantau waktu picking, tingkat error, dan produktivitas setiap zona secara rutin.
Kapan Zone Picking Cocok Digunakan?
Metode zone picking sangat cocok untuk:
- Gudang dengan luas area besar
- Volume order tinggi
- Banyak variasi SKU
- Operasional e-commerce dan distribusi FMCG
Jika gudang Anda memenuhi kriteria tersebut, zone picking adalah solusi yang patut dipertimbangkan.
Zone picking adalah metode picking yang efektif untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan produktivitas gudang. Dengan pembagian zona yang tepat dan dukungan sistem seperti WMS, kepala gudang dapat mengelola operasional dengan lebih terkontrol dan efisien.
Penerapan zone picking bukan hanya soal membagi area, tetapi juga tentang strategi pengelolaan sumber daya dan alur kerja yang lebih baik. Jika diterapkan dengan benar, metode ini dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi gudang Anda.


